salam sahabat

http://i190.photobucket.com/albums/z261/shbdn/assalam.gif

Kamis, 28 Januari 2016

Muhasabah Hati: Ketika Hati Ini Goyah


Tulisan yang lahir dari renungan panjang selama sebulan , dan inilah sepatah kata yang bisa ku ungkapkan dari renungan ku,  Saya menulis bukan berarti saya sudah cukup kuat menghadapi setiap ujianNya, tetapi biarlah dengan tulisan yang terlahir dari sebuah rasa, mampu menguatkan hati ini tatkala ia berasa gundah dan goyah serta bisa menyentuh jiwa-jiwa yang membacanya juga…semoga kita terus kuat, terus tabah, terus tahan diuji, terus bersabar dalam ujian-ujianNya…In Syaa Allah” bismillah, kembali memulai kehidupan yang lebih baik kedepannya :”) Aamiin Allahumma Aamiin  ~  Helnida Adriani Tahir☻♥ :




~ Ketika hati ini goyah, tak ada satupun yang bisa menyadarkan kita jika bukan kita sendiri yang menyadarinya

Ya, benar itu tepat sekali :”)

Ketika iman ini melemah , bukan tak sadar tapi bukan karena dengan sadar juga , kita merasa tetap benar, dan acuh tak acuh dengan segala nya :”)

Hhmmm, beberapa waktu ini, aku merenungi itu semua, astagfriullah :”(  betapa jahat, tega diri ini sama semua org yg datang dengan bisikan nasehat indahnya namun malah ku terima dengan acuh tak acuh…

Diri ini mencoba untuk tenang, tatkala merenungi ini semua, apa inii yang disebut ujian iman ?! apa ini yang disebut futur ?! apa ini disebut tak istiqomah ?! berbagai pertanyaan muncul seketika aku tersadar, ujianNya datang bertandang menghampiri imanku yang melemah ini :”(

CintaNya datang tiba-tiba, menghulur dengan sapaan yang membuatku kehilangan kata-kata untuk membalas sapaan cintaNya.

Ujian tanda Allah cinta, tetapi kenapa huluran cintaNya pahit, tidak semanis yang kita pintakan? Tidak seperti apa yang kita inginkan?


Kita cuma hamba biasa, bukan malaikat.

Kita punyai rasa itu.

Rasa sedih, rasa kecewa, rasa hampa, rasa putus asa karena memang fitrah kita sebagai manusia dibekalkan rasa-rasa itu.

Allah swt telah  anugerahkan rasa itu pada manusia. Yang tinggal cuma bagaimana untuk kita mengawal semua rasa itu.

Tidak salah kita menangis.

Menangis bukan tanda kita lemah. Menangis bukan tanda kita mengalah.

Menangis adalah tanda kita mengakui kekuasaanNya. Mengakui segala takdirNya. Mengakui kesalahan dan kekhilafan kita …

Antara hati ingin DI DIDIK MENERIMA atau TIDAK, kita perlukan tangisan itu. Untuk menenangkan hati yang gundah, untuk menenangkan emosi yang bergejolak gelisah.

Mungkin ada yang masih mampu tersenyum tatkala diuji.

Senyum atau tangis, semuanya adaptasi rasa yang terlahir ketika diuji.

Andai mampu tersenyum, senyumlah dengan penuh keikhlasan dalam kesabaran. Andai ingin menangis, tangislah dalam ratapan tangis itu dalam sujud kepadaNya.

Walau apapun ujian yang diberikan, cobalah untuk tabah. Cobalah untuk menjadi kuat, meskipun hati terasa amat rapuh dan goyah…


Firman Allah SWT: “(Allah) yang menciptakan kematian dan kehidupan (di atas dunia ini), buat menguji siapakah dalam kalangan kamu yang lebih baik amal perbuatannya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (al-Mulk: 2)






Subhanallah…Maha Suci-Mu Ya Allah…’

Hati kembali beristighfar.

Saya mencoba. Sentiasa ingin mencoba.

Bertenanglah duhai hati. Bertenanglah duhai jiwa.

Itulah yang sering saya bisikkan pada diri.

Di saat hati terasa amat goyah

Bahkan mendengar nasehat dari siapapun terkadang diri ini acuh tak acuh, merasa sangat menutup diri dan  merasa diri baik baik saja, tapi ternyata secara tidak sengaja diri ini terjatuh :”( terhempaskan jauh, Maha suci Allah yang Maha baik justru di saat seperti ini DIA tidak begitu saja membiarkan hamba-NYA benar benar tersesat, DIA selalu mengirimkan seseorang yang dengan sabar nya menghadapi sikapku ini, meskipun sering kali aku me-respon acuh tak acuh padanya …


Merasa bersalah…

Hanya kata itu yang bisa ku ucapkan saat ini, entah kenapa aku se tega itu menyia nyia kan semua yang sangat memperhatikan dan khawatir dengan diriku…

Maafkan…


Aku memohon kepada –NYA agar tidak menggoyahkan pegangan ini padaNya lagi.

Walau apapun yang akan terjadi, aku tetap ingin sentiasa berpegang teguh pada ikatan ini. 

Ikatan aqidah yang terpatri, bukan semudah-mudah untuk dilemahkan dengan bisikan-bisikan emosi.

Pertama, memang saya menangis kerana sedih. Sedih dengan dugaan yang datang itu, tidak mampu saya hadapi dengan hati yang tenang.

Kemudian saya menangis lagi. Kali kedua, bukan menangis kerana sedih lagi. Tetapi menangis kerana terharu.

Kerana tatkala diri bermuhasabah kembali, air mata keharuan yang mengalir kerana tersedar DIA sedang menujukkan rasa cintaNya pada diri ini.

Cuma diri yang ingin memilih mau bersabar atau tidak?

Adakah ingin menerima huluran cinta itu dengan hati yang memberontak?

Sedangkan DIA sedang menghulur cinta. 

Ya. Cinta agungNya.

Coba lah tanyakan kembali, bahagia itu di mana sebenarnya? Bahagia yang hakiki itu ada di dalam jiwa.

Dekat dengan diri, sentuhlah dadamu sendiri, maka engkau akan merasakan betapa ia cukup dekat. Bahagia itu akan hadir bila kita bersyukur dan belajar menerima apa adanya. 

mencoba menerima segala aturanNya. Maka kita sebenarnya sedang menyentuh cahaya bahagia..


Biarlah air mata yang jatuh itu moga dapat menghapuskan rasa gelisah di jiwa. Semoga air mata yang mengalir

Yang selayaknya untuk diuji dan diuji. Namun, ketahuilah sesungguhnya Allah itu Amat Adil.

Tidak akan diberikan ujian itu melainkan DIA Maha Tahu kita mampu memikulnya. Tidak akan ditimpakan ujian itu, melainkan DIA Maha Tahu kita perlukan ujian itu untuk kita terus menjadi hambaNya yang kuat. Kuat dari sudut iman dan ihsan.

Kerana setiap ujian yang hadir, adalah suatu rahmat. Tiada ujian yang buruk, melainkan semuanya adalah ketentuan yang terbaik dari Yang Esa.

Biarpun yang diuji itu nampak buruk, dan tersangat buruk pada pandangan mata lahir manusia, tetapi andai dilihat dari tembusan mata hati ternyata  adalah hikmah dari yang Maha Kuasa.

Hikmah itu tidak akan nampak andai tidak dihayati. Hikmah itu tidak akan terlahir andai hati tidak dididik untuk menerima segala ketentuan dan bersyukur dengan pemberiannya.

Benar. Tidak semudah kata bicara. Tidak semudah ucapan yang dikatakan.

Rasa berat dan perih itu hanya akan dapat dirasa oleh orang yang merasa. Tetapi cobalah ‘menelan’ rasa itu dengan senyuman. 

meskipun pahit, tetapi pasti ada manis yang akan terganti dari rasa pahit itu. Rasa manis dan nikmat itu akan datang di balik semua kepahitan. 

Pelangi pasti akan muncul setelah hujan melanda. Begitu juga kehidupan ini pasti akan ada bahagia di sebalik semua duka…Yakinlah.!


 “Kita akan diuji dan terus diuji, teruslah bersabar duhai pengejar cinta Ilahi

Makin Allah uji, makin Allah mencintai

Kata cinta kepadaNya, maka buktikanlah cinta itu dengan berteman pada setiap takdirNya”

Sahabat Muslimah Ungu
~HAT, 14 Januari 2016
LatePost☻♥

Senin, 27 Oktober 2014

hikmah persahabatan karena Allah



1. Cinta Allah

"...dan nyata kecintaan-Ku pada org-org yg melakukan persahabatan karena-Ku..." (HR. Hakim)

2. Mendapat naungan Allah

"Sesunguhnya pada hari kiamat ALLAH akan berfirman "Di mana orang-orang yang bersahabat karena-Ku. Hari ini Aku akan menaunginya dalam naungan-Ku, dimana tidak ada naungang kecuali naungan-Ku" (HR. Muslim)

3. Diangkat derajatnya

"Barang siapa yang bersahabat dengan seseorang karena ALLAH, maka Dia mengangkat drajatnya di surga, yang tidak akan didapat kecuali dengan persahabatan (karena ALLAH)"

4. Mendapat penghargaan setinggi-tingginya

“Dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman), walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al-Anfal: 63)

5. Keimanan

“Cinta karena Allah dan benci karena Allah adalah ikatan iman yang paling kuat.” (HR. Ath- Thabarani dan dihasankan Asy- Syaikh Albani)

6. Perhatian

“Orang-orang Mukmin itu ibarat satu jasad; apabila satu anggota badan sakit, maka seluruh jasad turut merasakan sakit (H.R. Muslim)

7. Alat Ukur

"Seorang mu'min adalah cermin saudaranya yang mu'min" (Abu Daud)

8. Tertutupnya kekurangan

"Barang siapa yang mengalihkan kekurangan saudaranya dg cara menutupi maka Allah akan memalingkan api neraka dari wajahnya kelak di ahirat" (H.R. Turmidzi)

9. Hak

"Hak muslim kepada muslim lainnya ada enam; jika bertemu memberi salam, jika diundang datang, saling menasehati, jika bersin kemudian memuji Allah mendoakannya, jika sakit menjenguk, jika mati melayat". (H.R. Muslim)
@_Salam Ukhuwah_@
Ket : ®prkenalkan blogger...spesialll,,foto di atas adalah my sisters.. haira nurul utami ;) sebelumnya, barokallahu fiik ukh.. smoga Allah senantiasa mlindungimu. Dan smoga ukhuwah ini bsa ttap trjaga krena Allah. In shaa Allah smoga kita smua bsa mnjdi para mujahidah sejati lillahita'alaa.. aamiin allahumma aamiin. Salam ukhuwafillah ukh...

Jumat, 05 September 2014

muslimah-doctor" aamiin



Allahumma Ya Allah, ini adalah impian ku :') kabulkan lah kabulkan lah :') mungkin dibilang terlalu ambisi, atau takabbur tapi jgn suudzon sobat :(  lillahi ta'ala ini niat krn Allah dan ingin mengaplikasikan syariat islam di dunia kedokteran agar bisa tetap bantu sesama dan juga plus mendakwah kan islam, al-quran dan sunnah2 nya untuk sesama juga. merawat pasien dgn syriat islam, krn pandangan sya, jarang dan bahkan termasuk golongan msh kurang, dokter muslimah apalg di kota ku yang tercinta ini :') smoga saja kesungguhan yang baik ini, bisa terjawab suatu saat ya Allahurobbiii :)

aamiin allahumma aamiin, in'shaaAllah umur panjang suatu saat bisa berhasil menggapai pekerjaan yang mulia ini, muslimah-doctor :) :) :) <3
entah kenapa betapa besar kemauan hati iini untuk menjadi ibu dokter (aamiin) Sungguh, Masya Allah skali suatu pekerjaan yang mulia ini, hhhmm rasanyaa mirissss, haru, melihat pakiaan putih yang mulia ini. iriiii ingin memakainya juga :'( 
hhhhhmmmmm, tapi Allah berkehendak lain tahun ini. Allah memberikanku jalan lain, tapi inilah hikmahnya, mungkin Allah memberikan ku kesempatan thun ini, untuk msh bisa tinggal dgn org tua, krnn memang belum ikhlas pisah jauh :( dan mungkin juga Allah yang maha baik ingin meliahht kesungguhanku mendapat target ini,memberiku kesempatan untuk ikhtiar,berdoa,lebih bekerja keras, belajar dan belajar untuk mempersiapkan sgala sesuatunya untuk kedepannya in'shaa Allah panjang umur. :) ihdinassorotol mustaqiim



Selasa, 26 Agustus 2014

Ketika Penulis Jatuh Cinta...


Cinta adalah keyakinan, seperti Ibrahim yang dibakar api, dan terus lanjutkan dzikir, hingga terkisahlah mukjizat itu; api yang tak membakar

Cinta adalah kepercayaan, seperti Hajar yang rela ditinggal di tengah gurun, cukuplah ia berucap, “Jika ini kehendak Allah, maka Ia tidak akan menyia-nyiakan kami”

Cinta adalah kepatuhan, seperti Ismail yang rela disembelih, lewati ujian keimanan yang begitu beratnya, maka termasuklah ia hamba yang bersabar

Cinta adalah kesepahaman, seperti Khadijah yang tak perlu bertanya panjang, cukup menyelimuti dan memberikan kehangatan, setelah wahyu pertama kali diturunkan. “Allah tidak akan menghinakanmu..

Cinta adalah pengharapan, layaknya Rasulullah yang tak rela penduduk Thaif diadzab dengan gunung yang menimpa, seraya berujar, “Justru aku berharap, kelak akan ada generasi dari sulbi mereka yang tidak akan menyekutukan Allah!

Cinta adalah kebahagiaan, seperti Aisyah dan Rasululullah yang berlomba lari, di suatu saat Aisyah yang menang, di kala yang lain Rasulullah mengalahkan.

Cinta adalah kerelaan, layaknya Salman yang memberikan mahar dan persiapan walimah, kepada Abu Dzar yang ternyata lebih dipilih oleh wanita yang ia pinang

Cinta adalah keteguhan, seperti Bilal yang bertahan dengan “Ahad!” meski cambuk dan dera menyiksa diatas tanah panas yang melelehkan.

Cinta adalah ketenangan, saat keduanya dalam gua, lalu Rasulullah berucap pada Abu Bakar, “Janganlah bersedih, sebab Allah bersama kita

Cinta adalah kebeningan, saat Rasulullah wafat, Abu Bakar yang paling dicintainya yang pertama kali tersadar, “Barangsiapa menyembah Muhammad maka sungguh Muhammad telah wafat.” ucapnya, “Namun siapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah kekal!”

Cinta adalah kesadaran, seperti isak Umar saat melihat harta melimpah di masa kepemimpinannya, “Jika ini baik, mengapa tidak terjadi di zaman Rasulullah dan Abu Bakar?”

Cinta adalah penerimaan, seperti Nailah yang belia, menjadikan Utsman yang telah berusia senja sebagai pendampingnya, sebab “Masa mudamu telah kau habiskan bersama Rasulullah”

Cinta adalah pengorbanan, seperti Ali yang sempat mengira Fatimah akan dinikahkan dengan Abu Bakar, “Aku mengutamakan Abu Bakar atas diriku, aku utamakan Fatimah atas cintaku.”

Cinta adalah penjagaan, seperti Fatimah yang menunggu saat yang tepat, dikala Ali telah halal baginya,“Dulu aku pernah cintai lelaki sebelum menikahimu.” ucapnya,  “Dialah kau.”

Cinta adalah karena Allah, saat kau berucap dengan mata berkaca, “Bahkan mungkin, aku lebih mencintai kalian diatas cinta pada saudara kandungku sendiri”

Cinta adalah kesucian, tidak dititipkan kecuali pada hati yang suci, dikokohkan dengan ikatan yang suci, telah tertakdir, tepat pada waktunya. Tidak pernah terlalu cepat, pun tidak akan datang terlambat. 

Ketika penulis jatuh cinta, maka ia tidak lagi butuh syair dan kata-kata indah. Sebab telah dapat ia buat sendiri dengan jemarinya. 


Saat penulis jatuh cinta, ia pastikan tertulis dengan fokus yang tepat; “Aku ingin jatuh cinta berkali-kali, terus seperti ini, dan tak akan pernah berubah PADA-MU SAJA YA ALLAH <3 .” 

Senin, 21 Juli 2014

Ahlan Wa Sahlan Blogger :)

Assalamualaikum Warahmatullah, alhamdulillah hari ini launching blog sahabat muslimah ungu. yg sebelumnya diterbitkan ke facebook duluan :D. tdk perlu panjang dan lebar yah, smoga kedepannya blog ini bermanfaat untuk smua umat muslim di duuuniaaa. allahumma amiiiinn.
"MEMBUMIKAN KALIMAT ALLAH DAN AGAMA-NYA :) INSHAA ALLAH"
mudah2an yah dakwah kamii ini bisa bermanfaat untuk semua dan jdi pembelajaran bersama. ;)

Teruntuk Saudariku.. Wanita Muslimah :)


Assalamu`alaikum wr.wb

... Saudariku….

Kepada calon- calon bidadari penghuni syurga,
Wahai calon- calon istri shaleha kebanggaan Islam,
Wahai kaum hawa yang didadanya telah tertanam bunga bunga iman….

Mari sejenak menyelami samudera hikmah dan kebijaksanaan….meneguk sejuknya untaian nasehat-nasehat yang akan menghilangkan ahaga iman.Semoga sedikit nasehat ini, bagai oase ditengah ganasnya gurun pasir kehidupan………….yang bersumber dari Al-Qu’an dan Sunnah, serta lisan-lisan yang jujur….
***********

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Ada dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya; sekelompok orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang, mereka berjalan melenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak bisa mencium aromanya. Sesungguhnya aroma jannah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti model berhias dan bertingkah lakunya orang-orang jahiliyah dahulu (tabarruj model jahiliyah).” (Qs. Al-Ahzab: 33)
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Dan tidaklah patut bagi mukmin dan tidak (pula) bagi mukminah, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, kemudian mereka mempunyai pilihan (yang lain) tentang urusan mereka, dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya. Maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Qs. Al-Ahzab: 36)
“dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya,” (Qs. An-Nuur: 31)

Saudariku….
Wanita muslimah laksana bunga yang menawan, wanita muslimah yang sholehah bagaikan sebuah perhiasan yang tiada ternilai harganya. Begitu indah, begitu berkilau dan menentramkan…

Teramat banyak yang ingin meraih bunga tersebut…Namun tentunya…tak sembarang orang berhak meraihnya….menghirup sarinya…. hanya yang dia yang benar-benar terpilihlah…yang dapat memetiknya…meraih pesonanya…

Wanita muslimah adalah ibarat permata yang sangat berharga. Dan islam menyuruh memperlakukan wanita sepeti permata yang sangat berharga.Yaitu permata yang tidak boleh disentuh oleh siapapun selain pemiliknya. Seandainya permata-permata itu berpindah tangan, niscaya ia akan kehilangan nilainya

Saudariku,
Muslimah Sejati, adalah mereka yang pandangan matanya selalu menunduk dan mampu Menundukan mata mata lelaki yang mencoba menaklukannya.
Saudariku..
Tidak semua wanita berjilbab itu soleha, tapi wanita soleha itu pasti berjilbab . jika hidup ini pilihan pilihan, kenapa hanya sedikit wanita yg memilih untuk menjadi wanita sholehah yang hidupnya dikagumi dunia dan di nanti syurga?Jika Allah ta'ala menjadikan Islam itu mudah.Bukan berarti hal Wajib bisa menjadi Sunnah. Dan jika, Berjilbab itu wajib,. Bukan berarti wanita bisa seenaknya pamer aurat dan mengatakan aku belum siap. Wajib tetap harus dilaksanakan dan dosa tetap ditulis. Dan ini Ketetapan Allah.

Saudariku…….
Tidaklah sama antara wanita mukminah dan wanita kafir.Wanita mukminah adalah perempuan yang beriman, berderma,berpuasa, memakai hijab.Takut pada Tuhannya, ramah terhadap tetangganya, taat pada suaminya dan sayang pada anak-anaknya.Dia mendapatkan pahala yang besar, ketentraman, dan keridaan.Sedangkan perempuan kafir, suka memamerkan kecantikannya, jahiliah, naïf,suka memamerkan pakaiannya bagai barang dagangan, komoditi murahan yang dijajakan di banyak tempat, tidak bernilai sama sekali, tanpa kehormatan, tanpa kemuliaan dan kehilangan religiusitas.

Wahai Saudariku,…… agar engkau menjadi wanita terelok di dunia

Engkau dengan segala yang engkau miliki lebih baik dari jutaan wanita lain. Dengan Kecantikanmu, engkau lebih elok daripada matahari.Dengan akhlakmu, engkau lebih wangi daripada harum minyak misk.Dengan rendah hatimu, engkau lebih tinggi daripada rembulan.Dan dengan kelembutanmu, engkau lebih halus daripada rintik hujan.Maka jagalah kecantikanmu dengan keimanan, kerelaanmu dengan puas diri, dan harga dirimu dengan jilbab.Hingga engkau menjadi wanita terelok di dunia.

Ketahuilah bahwa perhiasanmu bukanlah emas atau perak,tetapi dua rakaat menjelang subuh ,dahagamu ditengah hari yang panas karena puasa, dermamu yang tersembunyi yang hanya diketahui oleh Allah, air mata taubat dan sujudmu dikeheningan malam. Emasmu adalah agamamu,perhiasanmu adalah budi pekertimu, dan hartamu adalah sopan santunmu.Pakailah pakaian takwa, niscaya engkau akan menjadi wanita tercantik didunia.

Saudariku.. Jadilah engkau seperti kupu-kupu,
Jadilah engkau seperti kupu-kupu, ringan perawakan, indah dipandang, sedikit bergantung kepada yang lain, terbang dari satu bunga ke bunga lain, dari satu taman ke taman lain. Lihatlah... dia tidak mengeluh atas hidupnya yang sebentar, tapi dalam hidupnya yang begitu singkat dia telah menebarkan keindahan dan membuat orang yang melihatnya senang. Atau jadilah engkau seperti lebah yang selalu makan sesuatu yang baik dan mengeluarkan yang baik pula, jika ia hinggap diatas tangkai tidak mematahkan, menyentuh nektar tapi tidak merusaknya, mengeluarkan madu,terbang dengan rasa cinta dan hinggap dengan tali kasih. Itulah ibarat wanita yang lembut, perempuan sejati, yang kehadiran dan kedatangannya membawa keindahan dan sejuta manfaat, tidak ada yang tersakiti orang lain melalui perbuatan maupun lisannya.

Saudariku,
Semoga engkau menjadi permata yang berkilauan. Yang tidak mudah disentuh kecuali oleh yang berhak. Yang menyadari kemuliannya. Yang menundukkan pandangannya, memelihara auratnya. Yang teguh menjaga kehormatan dan kesuciannya.

Saudariku….Karena tampilan fisik bukanlah segalanya.
Ibnu Qoyyim dalam bukunya 'taman orang-orang jatuh cinta & memendam rindu menulis bahwa "Allah menjadikan penyebab kesenangan adalah keberadaan istri. Andaikata penyebab tumbuhnya cinta adalah rupa yang elok, tentunya (wanita) yang tidak memiliki keelokan tidak akan dianggap baik sama sekali. Kadangkala kita mendapatkan orang yang lebih elok rupanya memilih pasangan yang lebih buruk rupanya, padahal dia juga mengakui nilai keelokan (wanita) yang lain. Meski begitu, tidak ada kendala apa-apa dalam hatinya. Karena kecocokan akhlaq merupakan sesuatu yang paling disukai manusia, dengan begitu kita tahu bahwa inilah yang paling penting dari segalanya. Memang bisa saja cinta tubuh karena sebab-sebab tertentu. Tetapi cinta itu akan cepat lenyap, dengan lenyapnya sebab.'
Kalau bahasa ringkasnya mas fauzil, 'kecantikan wajah terletak di nomor kesekian. Jauh lebih penting dari kecantikan wajah adalah kesejukan wajah Anda ketika suami memandang.'
Dalam sebuah hadist Rasullullah mengatakan..nikahilah seorang wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shalehah meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama."

Wanita yang (akhlaknya) buruk adalah untuk laki-laki yang (akhlaknya) buruk, dan laki-laki yang (akhlaknya) buruk untuk wanita yang (akhlaknya) buruk pula. Wanita yang baik-baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik-baik untuk wanita yang baik-baik pula. (An-Nur 26).

Wahai saudariku muslimah, wanita adalah kunci kebaikan suatu umat. Wanita bagaikan batu bata, ia adalah pembangun generasi manusia. Maka jika kaum wanita baik, maka baiklah suatu generasi. Namun sebaliknya, jika kaum wanita itu rusak, maka akan rusak pulalah generasi tersebut.

Maka, engkaulah wahai saudariku… engkaulah pengemban amanah pembangun generasi umat ini. Jadilah engkau wanita muslimah yang sejati, wanita yang senantiasa menjaga kehormatannya. Yang menjunjung tinggi hak Rabb-nya. Yang setia menjalankan sunnah rasul-Nya.

Saudariku… Wanita sholeha adalah Bidadari Dunia
Allah telah dengan begitu Indahnya mengibaratkan, bahwa salah satu cirri bidadari adalah tidak pernah disentuh, kesuciannya terjaga dan sopan.Wanita shaliha bukan hanya mereka yang berwajah cantik namun juga wanita yang kecantikannya terpancar dari aura hatinya, matanya terjaga dari hal hal yang diharamkan syariat, pandangannya menyejukan mata sang suami, tidak pernah membantah suami yang menuntunnya menapaki jejak jejak Assunnah dan patuh terhadap Al Qur'an. Menjadi penyemangat dikala suami kalah dan lelah, Berdiri tegak mendampingi suami dalam masa masa sulit, berada disisinya disetiap suasana. Menjadi penghibur dikala gelisah, dan menjadi Alarm dikala lelapnya fajar membuai, mengingatkan suami tercinta dengan percikan air Wudhu di wajahnya.Sungguh Kebahagiaan Memiliki wanita salihah, Hingga manusia menggambarkannya sebagai bidadari.

.

Saudariku……………katakan tidak dan selamat tinggal untuk segala keburukan………
Tidak….untuk usiamu yang habis untuk hal-hal yang tidak perlu, remeh. Serta menyibukkan engkau dari cita-cita besarmu….
Tidak….untuk selalu mencari-cari kesalahan dan menggunjing orang lain serta melupakan kesalahan dan aib diri sendiri.
Tidak… untuk tengelam dari fatamorgana dunia, mengikuti mode-mode wanita barat, tenggelam dalam nyanyian-nyaian cengeng sehingga melupakan Al-Qur’an, bacaan-bacaan murahan, film-film yang melenakan yang didalamnya tidak ada nilai kebaikan.

Maka Sekali lagi saudariku……….
Engkau telah mulia dengan menjadi seorang muslimah……….
Wanita muslimah ibarat bintang yang berkilauan dilangit dan menerangi kegelapan…..
Sedangkan perempuan-perempuan kafir ibarat lumpur didasar lautan yang hanya bisa mengotorkan kakimu…….
Sungguh perbandingan jauh antara wanita mukminah
dengan wanita kafir….
Engkau, dengan segala keutamaan yang engkau miliki lebih baik dari jutaan wanita lain……
Dalam keadaan bagaimanapun, engkau beruntung.
Cukuplah. Wanita itu sangat mulia, karena ibunda Nabi Muhammd saw juga seorang wanita, yang dirahimnya lahir seorang laki-laki teragung di jagad raya

salam santun kep istikomah untuk saudariku semua